contact-agen-bola

|Saturday, July 21, 2018
HOT PROMO : Dapatkan FREE Hadiah Exclusive New Jersey Original Dengan Melakukan Deposit 10jt Atau Kaos Training New Original Dengan Deposit 7jt – Silakan hubungi Customer Service kami untuk pengambilan hadiah langsung.
New Promo : Bonus 10% Untuk New Member – Silakan hubungi Customer Service Agenbola.net Untuk Keterangan Lebih Lengkap

Ashley Cole Bermain Di Italia Rasanya Sebebas Burung 

cole

Let’s Go Social Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone

Ashley Cole tidak merasa menyesalkan sama sekali dengan keputusannya untuk meninggalkan Premier League. Kini bersama As Roma di Serie A kompetisi Italia, dia merasa lebih bebas seperti burung. Pemain yang juga mantan bek timnas Inggris yang kini sudah berusia 34 tahun itu memutuskan untuk meninggalkan kompetisi Premier League di musim panas tahun lalu setelah kontraknya dengan Chelsea berakhir. Cole memilih untuk bergabug dengan Roma dan Italia untuk memulai petualangan baru dalam karier sepakbolanya.

Kontrak Cole dengan Roma selama dua tahun, debut musim pertamanya di Serie A terbilang tidak terlalu lancar. Menurut catatan WHoscored Cole baru tampil sebanyak 11 kali dengan Roma di Serie A.

Walaupun demikian dia merasa sangat betah di Itaia. Cole merasa kehidupan pribadi nya lebih terjaga daripada waktu dia masin bermain di Inggris.

“Setiap harinya aku bangun dari tidur merasa seperti orang baru, sebebas seekor burung. Aku tahu takkan ada kisah di suratkabar mengenai pergi ke klub malam atau melakukan ini-itu,” kata Cole seperti dikutip Mirror.

“Aku sempat mendapat sejumlah tawaran dari Premier League, tapi aku tidak mau bertahan. Aku pikir sudah waktunya pergi dan menikmati budaya berbeda.”

“Seberapa banyak kisah tentangku yang benar terjadi? Mungkin separuhnya. Kultur di Inggris adalah berlebihan, tapi di Italia lebih santai. Anda pergi santap malam, menikmati segelas anggur. Di Italia merokok lebih dapat diterima, tapi di Inggris Anda akan dicerca.”

“Aku takkan mengatakan punya penyesalan. Ada hal-hal yang mestinya tidak aku lakukan, tapi itu bergantung dari sudut pandangnya. Mungkin segala sesuatunya terjadi karena alasan tertentu,” bebernya bak berfilosofi.