contact-agen-bola

|Monday, October 16, 2017
HOT PROMO : Dapatkan FREE Hadiah Exclusive New Jersey Original Dengan Melakukan Deposit 10jt Atau Kaos Training New Original Dengan Deposit 7jt – Silakan hubungi Customer Service kami untuk pengambilan hadiah langsung.
New Promo : Bonus 10% Untuk New Member – Silakan hubungi Customer Service Agenbola.net Untuk Keterangan Lebih Lengkap

Banyak Klub Besar Eropa Iri Dengan Paris Saint-Germain 

Paris Saint-Germain

Let’s Go Social Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone

Noel Le Graet Presiden dari Federasi Sepakbola Prancis ikut memberikan pembelaan kepadan Paris Saint-Germain. Menurut Le Graet ada timbulnya rasa iri dari klub-klub besar Eropa lainnya dengan PSG.

PSG menjadi pembicaraan setelah melakukan transfer yang cukup fantastis di bursa transfer musim panas ini. PSG berhasil mendatangkan Neymar dari BArcelona setelah mengaktifkan klausul buy-out dari Neymar yang senilai 222 juta euro sekaligus membuat dirinya sebagai pemain termahal dunia saat ini.

Setelah itu PSG juga berhasil memboyong Kylian Mbappe dari AS Monaco. Walaupun Mbappe memang bergabung sebagai status pemain pinjaman namun di musim depan nanti PSG harus membayar 180 juta euro kepada AS Monaco. Nilai tersebut memang sangat luar biasa untuk pemain sekelas Mbappe yang masih berusia 18 tahun dan baru dua musim terakhir ini berkarier sebagai pemain profesional.

Pembelajaan besar untuk pemain dari PSG memang membuat tanda tanya terkait kemampuan dari PSG untuk tetap mematuhi Financial Fair Play. Pihak UEFA sendiri sudah melakukan penyelidikan terkait aktivitas transfer PSG.

Bahkan kebijakan transfer dari PSG itu mendapatkan kritikan tajam dari beberapa tokoh seperti halnya Javier Tebas Presiden Dari La Liga, Karl-Heinz Rummenigge CEO Dari Bayern Munich sampai dengan Jean-Michael Aulas Presiden dari Lyon.

Namun Le Graet tetap membela PSG dengan mengatakan kalau kritikan yang ditujukan kepada PSG pada dasarnya karena merasa iri.

Le Graet juga mengatakan pihak UEFA sendiri sudah membuat standar ganda dengan terkadang mengabaikan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh klub-klub top lainnya namun ketika tindakan dari PSG selalu diawasi dengan ketat.

“PSG selalu menghormati komitmen mereka. Kita tak bisa menyalahkan mereka secara fiskal atau sosial. Saya tak menganggap mereka tidak menghormati aturan-aturan yang ada di Prancis. UEFA khawatir. Pada saat bersamaan, mereka tak terlalu khawatir oleh tindakan tim-tim lain, terutama di La Liga,” ujar Le Graet kepada L’Equipe.

“Saya tak melihat di mana PSG membuat kesalahan. Financial Fair Play memungkinkan rekening dibersihkan, tapi selain klub-klub di negara kecil, siapa lagi yang sudah dihukum? Pernahkah UEFA menyentuh Real (Madrid)? Barca? Sebuah klub Inggris?” tambahnya.

“Tergantung pada negaranya, klub-klub dikenai pajak dengan cara berbeda-beda. Saya pikir juga ada sedikit kecemburuan. Di kalangan klub-klub besar, sulit bagi mereka untuk menerima pendatang baru,” kata Le Graet.

Related posts:

Leave a Response