contact-agen-bola

|Friday, October 19, 2018
HOT PROMO : Dapatkan FREE Hadiah Exclusive New Jersey Original Dengan Melakukan Deposit 10jt Atau Kaos Training New Original Dengan Deposit 7jt – Silakan hubungi Customer Service kami untuk pengambilan hadiah langsung.
New Promo : Bonus 10% Untuk New Member – Silakan hubungi Customer Service Agenbola.net Untuk Keterangan Lebih Lengkap

HARGA JERSEY PARA TIM PREMIER LEAGUE 

Premier League image

Let’s Go Social Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone

Premier League 2014-2015 segera bergulir akhir pekan ini. Tak sekadar pertarungan taktik dan teknik pemain, kompetisi ini menjadi ajang duel bisnis tim-tim terbaik Inggris.

Sepakbola jelas telah banyak berubah sejak mulai muncul di 1900-an. Kini, di era modern ini, sepakbola tak sekadar jadi kompetisi atau hiburan, namun menjelma menjadi sebuah industri terintegrasi.

Bicara bisnis dalam sepakbola, salah satu yang paling menonjol adalah jersey.Dari seragam inilah klub-klub mendapatkan pemasukan besar selain dari hak siar yang nilainya juga cukup wah.

Soal bisnis lewat seragam, tentu ada dua aspek yang utama yakni pemasukan dari sponsor apparel dan iklan. Bagi para penggemar, hal ini niscaya tak terlalu jadi perhatian karena untuk mereka yang utama dari seragam adalah kebanggaan dan fanatisme. Tapi bagi klub, setiap ruang yang tersedia di seragam atau satu logo kecil yang terpampang di sana punya arti yang sangat besar.

Dari ruang-ruang di seragam dan logo-logo tersebutlah sebuah klub mendapatkan penghasilan. Maka secara tidak langsung dari sana jugalah tim-tim mampu menggeliat di bursa transfer, mengontrak pemain dengan nilai dan gaji yang ‘wah’.

Sebagai gambaran, di Premier League musim 2014-2015 nanti akan ada tujuh perusahaan apparel yang bersaing. Jumlah ini paling sedikit jika dibandingkan empat liga top Eropa lain seperti Spanyol (10), Italia (11), Jerman (8), dan Prancis (8).

Dari tujuh perusahaan tersebut, Adidas paling banyak menaungi klub dengan lima tim, diikuti Puma (4), Nike (3), Macron (2), Umbro (2), Warrior (2), dan Under Armour (1).

Sementara 19 tim mendapatkan dukungan dari perusahaan apparel, satu tim memilih untuk membuat dan memasarkan seragamnya secara independen yakni Southampton. Soton memutuskan ‘berpisah jalan’ dengan Adidas, setelah jersey mereka musim lalu dikritik habis-habisan oleh para penggemar karena menghilangkan strip tradisi klub.

Adidas (5): Chelsea, Sunderland, Swansea City, West Bromwich Albion, West Ham United
Puma (4): Arsenal, Burnley, Leicester City, Newcastle United
Nike (3): Manchester City, Manchester United, Queens Park Rangers
Macron (2): Aston Villa, Crystal Palace
Umbro (2): Everton, Hull City
Warrior (2): Liverpool, Stoke City
Under Armour (1): Tottenham Hotspur
Tanpa Sponsor Apparel (1): Southampton

Menjadi sebuah kerugian tersendiri bagi Soton harus mengarungi musim tanpa sponsor apparel. Tak cuma kehilangan potensi kontrak dengan nilai besar, mereka juga diprediksi bakal kesulitan memasarkan seragamnya secara global. Efeknya jika hal ini benar terjadi, pendapatan dari penjualan seragam pun otomatis bakal turun.

Sementara itu, tim-tim lain menikmati dana kontrak yang mengucur dari logo kecil setiap perusahaan apparel yang terpampang di seragam. Tak berhenti di sana, tim-tim ini punya potensi menangguk pundi-pundi ekstra dari penjualan secara global.

Keuntungan lain dari bekerja sama dengan perusahaan penyokong apparel adalah keunggulan teknologi dan desain. Seperti diketahui, perusahaan apparel sekarang ini berlomba-lomba menyematkan teknologi mutakhir dan desain-desain menarik.

Untuk sebagian besar jersey tim-tim Premier League 2014-2015, teknologi dan desainnya merupakan pengembangan dari basis yang telah ada di Piala Dunia 2014 lalu. Nike masih mengusung Dri-FIT dan teknologi ‘ventilasi’, Adidas menyematkan Adizero dan Climacool, sementara Puma punya teknologi ACTV-RCVR atau ‘Active-Recover’.

Lagi-lagi urusan teknologi ini tampak sepele. Meski salah satu tujuan utamanya adalah memaksimalkan kinerja pemain, tapi fitur-fitur inilah yang secara tak langsung membantu mereka mendapatkan pemasukan lebih besar. Sederhananya, makin canggih teknologi seragam, maka makin mudah menggaet konsumen yang secara halus disebut penggemar.

Begitupun soal desain, meski kadangkala ada nilai-nilai yang dikorbankan seperti unsur sejarah atau tradisi. Untuk urusan ini, ada masanya ketika sejumlah klub tak mau berkompromi seperti kasus Soton dan Adidas.

Dalam urusan sponsor apparel ini, untuk sementara Arsenal dan Chelsea masih memuncaki daftar nilai kontrak terbesar. Untuk musim 2014-2015 ini The Gunners mendapatkan suntikan dana 30 juta poundsterling dari Puma, sementara Chelsea menerima jumlah yang sama dari Adidas.

Liverpool menempati urutan ketiga dengan nilai 25 juta pounds dari Warrior, diikuti Manchester United dengan 24 juta pounds dari Nike, dan Manchester City senilai 12 juta pounds, juga dari Nike. Bagi tim-tim besar ini, tentu saja tak sulit mendapatkan kesepakatan dengan nilai fantastis mengingat mereka punya basis penggemar yang besar dan citra yang mendunia.