contact-agen-bola

|Tuesday, August 22, 2017
HOT PROMO : Dapatkan FREE Hadiah Exclusive New Jersey Original Dengan Melakukan Deposit 10jt Atau Kaos Training New Original Dengan Deposit 7jt – Silakan hubungi Customer Service kami untuk pengambilan hadiah langsung.
New Promo : Bonus 10% Untuk New Member – Silakan hubungi Customer Service Agenbola.net Untuk Keterangan Lebih Lengkap

Kesuksesan Timnas Spanyol Dibuka Jalan Oleh Italia 

Spain

Let’s Go Social Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone

Spanyol patut berterima kasih dengan timnas Italia dengan kesuksesan yang mereka raih. Kemenangan La Furia Roja dari Gli Azzurri ketika di perempatfinal Piala Eropa 2008 menjadi jalan awal kesuksesan timnas Spanyol. Sebelum berhasil menjadi juara di Piala Eropa 2008, Spanyol selalu dijulukin sebagai tim yang hanya Jagoan di kualifikasi. Setelah turnamen besar dimulai, Spanyol yang selalu memiliki banyak pemain bintang tampil sangat mengecewakan.

Prestasi terbaik yang pernah diraih La Furia Roja yaitu ketika menjadi juara Piala Eropa pada tahun 1964 dan setelah 44 tahun kemudian baru berhasil meraih gelar Internasional lagi. Spanyol yang saat itu ditangani oleh Luis Aragones berhasil mengalahkan timnas Jerman di partai Final Piala Eropa 2008 dengan skor tipis 1-0.

Namun momentum Spanyol mendapatkan trofi Eropa keduanya yaitu ketika di partai perempatfinal. Berhadapan dengan juara dunia Italia, Spanyol harus melewati laga ini lewat babak adu penalti dengan keunggulan 3-2.

Iker Casillas kapten dari Spanyol saat itu menilai kalau kemenangan dari Italia itulah yang menjadi jalan pembuka dari kesuksean Spanyol yang belum pernah diraih oleh timnas negara lainnya dengan berhasil menjadi juar Piala Dunia 2010 dan kembali lagi berhasil mempertahankan status sebagai juara Piala Eropa di Tahun 2012.

“Momen paling penting itu adalah adu penalti melawan Italia. Banyak yang yakin bahwa hari itu mengubah segalanya dan kami jadi juara dunia serta dua kali juara Eropa,” ujar Casillas kepada AS.

“Tanpa adu penalti itu, kami akan tersingkir dan lagi-lagi harus memendam kekecewaan,” sambungnya.

“Di tim itu ada 10 pemain yang tidak pernah bermain bareng di dalam skuat. Kami mampu melewati hadangan pertama kami usai mengalahkan Italia, ronde penuh penderitaan, kami pun jadi juara Eropa.”

“Kami memainkan laga terbaik melawan Rusia, di semifinal. Kami tahu kami akan memenangi Piala Eropa itu meski kami sangat kesulitan di 15 menit pertama sampai gol Fernando Torres,” tutupnya.

Related posts:

Leave a Response