contact-agen-bola

|Saturday, December 1, 2018
HOT PROMO : Dapatkan FREE Hadiah Exclusive New Jersey Original Dengan Melakukan Deposit 10jt Atau Kaos Training New Original Dengan Deposit 7jt – Silakan hubungi Customer Service kami untuk pengambilan hadiah langsung.
New Promo : Bonus 10% Untuk New Member – Silakan hubungi Customer Service Agenbola.net Untuk Keterangan Lebih Lengkap

Lavezzi Menilai Kompetisi Ligue 1 Terlalu Membosankan 

lavezzi

Let’s Go Social Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone

Ezequiel Lavezzi mantan gelandang dari Paris Saint-Germain menilai kalau kompeiti Liga Prancis Lique 1 dinilai terlalu membosankan. Faktor tersebutlah yang membuat dirinya memutuskan untuk hengkang karena tidak merasakan adanya motivasi bermain lagi. Lavezzi sendiri yang bergabung dengan PSG di musim 2012 lalu dari Napoli. Selama bermain bersama PSG, Lavezzi memang berhasil meraih beberapa trofi juara khususnya di liga domestik Prancis seperti empat titel juara Ligue 1, dua trofi Piala Liga Prancis dan satu trofi Piala Prancis.

Namun Lavezzi sendiri tidak merasa nyaman dan bahagia selama 3,5 musim bermain di Ligue 1. Masalahnya bukan soal menjadi pemain starter namun lebih kepada persaingan di Lique 1 itu sendiri.

PSG yang sejak diakuisisi oleh Qatar memang begitu dominan dan tidak mampu dihadang oleh tim-tim rival lainnya. Di musim ini saja PSG sudah menjadi juara Ligue 1 dengan kompetisi masih bersisakan delapan pekan lagi.

“Aku tidak suka Ligue 1. Aku tidak punya movitasi sama sekali. Itulah kenyataannya,” ujar Lavezzi seperti dikutip Soccerway.

“PSG tak ada tandingannya dibanding tim-tim lain. Aku tidak menikmati pertandingan di sana sama sekali,” sambungnya.

“Italia berbeda, Anda punya delapan big match dalam semusim sementara hanya dua di Prancis.”

Lavezzi yang akhirnya memutuskan untuk hengkang di Januari lalu dengan bergabung ke klub dari Liga Super China, Hebei Fortune, dimana dia mendapatkan gaji sebesar 400 ribu poundsterling per minggunya.

“Waktu berlalu, aku kehilangan motivasi dan aku kehilangan tempatku. Ketika Anda bermain di PSG, Anda harus selalu berpikir maju dan mungkin hanya saya yang tidak.”

“Kecuali di Liga Champions, di mana aku masih termotivasi,” tuntasnya.

Leave a Response