contact-agen-bola

|Friday, March 24, 2017
HOT PROMO : Dapatkan FREE Hadiah Exclusive New Jersey Original Dengan Melakukan Deposit 10jt Atau Kaos Training New Original Dengan Deposit 7jt – Silakan hubungi Customer Service kami untuk pengambilan hadiah langsung.
New Promo : Bonus 10% Untuk New Member – Silakan hubungi Customer Service Agenbola.net Untuk Keterangan Lebih Lengkap

Maradona Bertemu Dengan Wasit Yang Mengsahkan Gol Tangan Tuhan 

maradona

Let’s Go Social Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone

Diego Maradona memberikan pelukan dan kecupan untuk Ali Bennaceur ketika mereka bertemu di Tunisia. Ali Bennaceur merupakan wasit yang memimpin laga ketika Argentina berhadapan dengan Inggris di Piala DUnia 1986, ketika itu Maradona mencetak gol dengan sebuah gol fantastis yaitu Gol Tangan Tuhan. Argentina dan Inggris bertemu di babak perempatfinal dalam Piala Dunia 1986. Mardona kala itu membuat salah satu gol paling indah sepanjang sejarah dengan berhasil melewati lima pemain outfield Inggris ketika berlari sendirian dari tengah lapangan dan akhirnya membuahkan satu gol.

Hal yang paling diingat dalam laga ini adalah gol Maradona yang mengunakan tangan, yang kemudian dijulukin sebagai gol Tangan Tuhan. Maradoa waktu itu melompat ke udara untuk menjangkau bola lambung mendahului kiper Peter Shilton, namun di balik kepalanya tangan Maradona menyembul dan lebih dulu mengenai bola yang akhirnya masuk ke gawang Inggris.

Wasit Ali Bennaceur tidak melihat dengan jelas kejadian ini dan menganggap gol tersebut sah. Hakim garis juga sama sekali tidak menyadari handball dari Maradona, kejadian ini membuat sebagian pemain Inggris melakukan protes.

Maradona bertemu dengan Ali Bennaceur di Tunisia, Senin (17/8/2015) kemarin. Selain memberikan ciuman dan pelukan, Maradona juga menghadiahkan sebuah seragam timnas Argentina yang bertuliskan nama Maradona dibagian punggu plus teks ” “For Ali, my eternal friend” untuk Ali Bennaceur.

Di depan banyak wartawan yang mengabadikan pertemuan tersebut, Ali juga memberi hadiah untuk Maradona. Mantan wasit yang kini sudah berusia 71 tahun itu menyerahkan foto yang sudah dibingkai bergambar dirinya diapit Maradona dan Shilton. Itu adalah foto yang diambil sebelum kick-off yang dilangsungkan di Azteca Stadium, Meksiko.

“Sebelum pertandingan, FIFA memberi kami panduan yang jelas: ‘jika rekan kamu berada di posisi yang lebih baik dibanding dirimu, keputusannya harus didahulukan’. Itulah yang saya lakukan ketika itu: asisten saya tidak mengangkat bendera,” ucap Ali dalam wawancaranya dengan media Prancis, So Foot, belum lama ini.

Soal gol ‘solo run’ Maradona di laga yang sama, Ali menyebut kalau dia ikut membantu terciptanya gol tersebut. Caranya adalah dengan dia memberi tiga ‘advantage’ atas pelanggaran yang coba dilakukan pemain Inggris.

“Maradona tidak mencetak gol itu sendirian, gol itu. Saya membantunya: saya memberi tiga advantage. Saya tidak harus memberinya advantage. Untuk pelanggaran pertama, dia hampir jatuh. Lalu yang kedua terjadi di dekat kotak penalti. Saya berteriak ”advantage, advantage’,”.

“Lalu saat memasuki area, saya memperkirakan (Terry) Butcher akan menjatuhkannya. Saya sudah menaruh peluit di mulut saya. Saya sudah siap mengintervensi pertandingan tapi saya tidak meniup peluit itu,” kisahnya seperti dikutip dari Reuters.

Related posts: