contact-agen-bola

|Monday, September 24, 2018
HOT PROMO : Dapatkan FREE Hadiah Exclusive New Jersey Original Dengan Melakukan Deposit 10jt Atau Kaos Training New Original Dengan Deposit 7jt – Silakan hubungi Customer Service kami untuk pengambilan hadiah langsung.
New Promo : Bonus 10% Untuk New Member – Silakan hubungi Customer Service Agenbola.net Untuk Keterangan Lebih Lengkap

Performa Buruk Dari Juventus Bukan Kesalahan Pemain Atau Allegri 

Juventus

Let’s Go Social Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone

Juventus yang di musim ini melaju dengan buruk yang berujung dengan tuduhan kalau sang allenatore Massimiliano Allgeri sudah merusak salah satu pemain Juve. Namun Allegri jelas mendapatkan pembelaan. Juventus yang masih bersusah payah di Serie A musim ini yang masih bergulir. Selama delapan pekan yang sudah bergulir, Juventus masih berada di urutan 14 klasemen dengan nilai sembilan, masih selisih sembilan poin dari Fiorentina yang di posisi teratas.

Salah satu faktor yang paling mempengaruhi laju dari Juventus ini adalah tumpulnya lini depan mereka. Sejauh ini Juventus baru tercatat mencetak sembilan gol sampai pekan ini, masih jauh tertinggal dari AS Roma yang merupakan tim paling produktif di Serie A musim ini dengan 20 gol.

Akibat dari peforma buruk Juve ini ikut menimbulkan tudingan kalau mereka tidak mampu memaksimalkan para pemain. Maurizio Zamparini presiden Palermo bahkan menuding kalau Allegri saat ini sudah merusak Paulo Dybala. Dybala sendiri yang baru bergabung di musim panas ini setelah direkrut dari Palermo.

Sejauh ini baru ada tiga Gol yang dicetak oleh Dybala dan satu assist dari total tujuh laga liga, catatan ini jelas tidak terlalu buruk. Di musim lalu di berhasil membuat 13 gol dan 10 assist dari 34 penampilannya di Serie A.

Mengenai performa dari Juventus yang memburuk dan juga sering naik turun, mantan gelandang Juventus, Alessio Tacchinardi mengatakan kalau ini merupakan efek dari hilang sosok pemimpin yang selama ini dipegang oleh Carlos Tevez. Dia juga menilai kalau ini bukan salah Allegri maupun para pemain.

“Kenyataannya adalah absennya Tevez sangat membebani mereka. Allegri sedang mencoba banyak pasangan, tapi mereka tidak cuma tidak padu satu sama lain, tapi juga di tim. Masalahnya di Italia, kita cuma melihat pada hasil dan orang-orang sering bicara ngawur,” katanya kepada Tuttomercatoweb dikutip Football Italia.

“Dalam sebuah tim yang berjalan sempurna, Dybala akan jadi pemain yang penting. Kalau tidak, dia juga kesulitan. (Simone) Zaza adalah salah satu pemain Italia terbaik di Sassuolo musim lalu, sekarang dia dikritik.”

“Saya tidak merasa bahwa dia telah lupa caranya bermain. Sama seperti Alex Sandro, yang tidak tampak ada di lapangan kemarin. Saya tidak merasa melihatnya kemarin.”

“Singkatnya, jangan salahkan para pemain atau Allegri. Kalaupun ada yang salah, ini adalah bukti bahwa bagaimana seorang pemain top bisa mengubah tim Anda,” imbuhnya.

Tacchinardi juga memberikan contoh, AS Roma yang bisa tampil bagus di belakang ketika masih memiliki Mehdi Benatia di musim 2013/2014, dimana tercatat AS Roma hanya kebobolan 25 gol dalam satu musim.

Namun kini performa lini belakang dari Roma mulai menurun sejak hengkangnya Benatia. Di musim lalu saja Roma kebobolan 31 gol, sedangkan di musim ini sudah kebobolan 10 kali dan menjadi tim ke-10 yang jumlah kebobolannya terbanyak.

“Lihatlah contoh lain. Ketika Roma punya Benatia di belakang, mereka sulit kebobolan. Sekarang Rudi Garcia dikritik karena performa pertahanannya,” sambung Tacchinardi.

“(Antonio) Nocerino mencetak 11 gol saat bermain bersama (Zlatan) Ibrahimovic di (AC) Milan. Allegri sedang berupaya keras menempatkan semua pemain terbaik di lapangan, tapi tak satupun menampilkan kepemimpinan yang ditunjukkan Tevez. Dengannya, Anda memenangi laga seperti kemarin,” demikian dia.

Leave a Response