contact-agen-bola

|Wednesday, June 28, 2017
HOT PROMO : Dapatkan FREE Hadiah Exclusive New Jersey Original Dengan Melakukan Deposit 10jt Atau Kaos Training New Original Dengan Deposit 7jt – Silakan hubungi Customer Service kami untuk pengambilan hadiah langsung.
New Promo : Bonus 10% Untuk New Member – Silakan hubungi Customer Service Agenbola.net Untuk Keterangan Lebih Lengkap

Performa Tidak Stabil Inter Milan Karena Pramusim Yang Buruk 

inter milan

Let’s Go Social Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone

Sesi Pramusim yang kurang bagus dan juga pergantian pelatih menjadi alasan performa inkonsisten dari Inter Milan di musim ini dan gagal bersaing di perebutan Scudetto.

Inter Milan mengalami laga pramusim dengan pelatih Roberton Mancini. Namun sesi pramusim Inter berakhir dengan hasil kurang memuaskan ditambah lagi adanya ketegangan antara pihak manajemen klub dengan Mancini yang berujung dengan pemecatan Roberto Mancini.

Ketika itu performa dari Inter di masa pramusim memang sangat mengecewakan dengan menelan kekalahan dari CSKA Sofia, Paris St-Germain, Bayern Munich, dan kekalahan telak dari Tottenham Hotspur 6-1.

Frank De Boer pun masuk menggantikan posisi dari Mancini namun karena minimnya pengalaman De Boer melatih di luar Belanda ditambah lagi ada kendala dengan bahasa akhirnya De Boer juga diberhentikan setelah empat bulan bekerja sebagai pelatih Inter Milan.

Inter ketika bersama De Boer bahkan terlempar dari posisi 10 besar klasemen dan juga tampil sangat buruk di ajang Eropa.

“Sulit bagi semuanya jika Anda mengganti pelatih di bulan Agustus,” ujar bek Inter yang tengah dipinjamkan ke Hull City, Andrea Ranocchia, seperti dikutip Football Italia.

“Untuk klub, pelatih, dan fans, kedatangan De Boer itu merupakan kejutan, dia tidak bisa bahasa Italia. Kami tidak tampil baik di sesi pramusim,” sambungnya.

“Tidak mudah tentunya bagi pelatih untuk datang dengan kondisi seperti ini dan mengeluarkan ide-idenya.”

saat ini Inter Milan sudah ditangani pelatih ketiganya dalam satu musim ini yaitu Stefano Pioli. Walaupun Inter tersingkir dari ajang Liga Europa dan Coppa Italia, namun bersama Pioli Inter mulai memperlihatkan perbaikan performa dan kini masih berpeluang untuk finis di posisi tiga besar klasemen.

“Stefano Pioli? Dia memberikan ide soal bagaimana cara tim bermain, mentalitas, dan aturan yang harus diikuti. Dia tidak banyak mengubah susunan tim, hanya menempatkan pemain yang tengah tampil oke di tim utama.”

“Anda bisa lihat hasilnya, para pemain tampil baik bersamanya,” tutupnya

Related posts:

Leave a Response