contact-agen-bola

|Wednesday, October 18, 2017
HOT PROMO : Dapatkan FREE Hadiah Exclusive New Jersey Original Dengan Melakukan Deposit 10jt Atau Kaos Training New Original Dengan Deposit 7jt – Silakan hubungi Customer Service kami untuk pengambilan hadiah langsung.
New Promo : Bonus 10% Untuk New Member – Silakan hubungi Customer Service Agenbola.net Untuk Keterangan Lebih Lengkap

Persaingan Merebut Gelar Capocannoniere Serie A 

collageofficial-491037610

Let’s Go Social Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone

Gelar topskor atau biasa disebut capocannoniere Serie A di musim lalu diraih oleh dua pemain yaitu Luca Toni (Hellas Verona) dan Mauro Icardi (Inter Milan). Di musim ini ada beberapa bomber top yang punya kans besar bisa menjadi pemain yang paling banyak mencetak gol ke gawang lawan. Dalam tiga musim terakhir ini, belum ada satupun pemain yang mampu menjadi top skor selama dua musim beruntun. Pemain yang terakhir kali melakukannya yaitu striker dari Udinese, Antonio Di Natale di musim 2009/2010 dan 2010/2011.

Capaian yang diraih Di Natale sebenarnya tergolong sangat jarang di Serie A. Sebelum Di Natale, ada nama Giuseppe Signori ketika bermain bersama Lazio di musim 1992/93 dan 1993/1994. Catatan ini menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk dua top skor di musim lalu, jika mereka berhasil meraih gelar top skor lagi di musim ini. Siapakah kira-kira kemungkinan akan menjadi peraih gelar cappocannoniere Serie-A 2015-16?

Mauro Icardi
Striker asal Argentina yang baru berusia 22 tahun itu menjadi salah satu juru gedor utamanya Inter Milan. Dia menjawab kepercayaan dengan berhasil mencetak 22 gol dalam 36 laga di musim lalu. Dia juga menjadi pemain Argentina kesepuluh yang berhasil mencetak gol terbanyak di Italia. Musim ini kembali da akan menbantu sesama penyerang baru yang baru didatangkan Inter milan dari Manchester City, Stevan Jovetic. Torehan gol kedua penyerang ini sangat diharapkan bisa mendulang banyak poin bagi Nerrazurri.

Mario Mandzukic
Manzukic yang baru bergabung dengan Juventus untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Carlos Tevez. Mandzukic yang pernah menjadi top skorer liga Kroasia di musim 2008/2009 ketika bermain berama Dinamo Zagreb. Musim lalu saja, Mandzukic berhasil mencetak 20 gol di semua ajang dari Atletico Madrid. Pemain yang diboyong Juve dengan nilai transfer sebesar 19 juta euro langsung menunjukkan kinerja bagus bagi Juventus. Dia juga berhasil mencetak gol pembuka ketika Juventus menang 2-0 atas Lazio di Piala Supe Italia.

Antonio Di Natale
Setelah sebelumnya berhasil menjadi top skorer di dua musim beruntun (2009-10 dan 2010-11), Di Natale belum lagi mengulangi pencapaian tersebut. Musim lalu saja, dia mencetak 14 gol dari 33 laga. Usianya juga terbilang tidak muda lagi. Dua musim terakhir, dia mengutarakan akan pensiun, namun dua kali pula dia membatalkan niatnya itu karena kecintaannya pada Udinese.

“Saya lebih banyak mencetak gol bagi Udinese, ketimbang pergi makan malam dengan istri saya,” kata Di Natale di awal tahun 2014.
Bila akhir musim ini Di Natale benar-benar pensiun, tentu saja gelar top skor bakal terasa manis. Dia bakal bersanding dengan beberapa pemain legenda yang meraih gelar ini tiga kali, seperti Michael Platini (Juventus), Giuseppe Meazza (Inter Milan), dan Roberto Pruzzo (Roma).

Carlos Bacca
Bacca yang baru didatangkan AC Milan dari Sevilla dengan koleksi 34 gol ketika masih berkarier di Spanyol. Kekuatan dan daya jelajah dari striker asal Kolombia ini sangat diharapkan mampu membuat banyak gol untuk AC MIlan. Selama laga pramusim, Bacca sudah menyumbangkan satu gol ketika Milan mengalahkan Inter 2-1 di ajang Trofeo TIM.

Edin Dzeko
AS Roma yang mendatangkan Dzeko di musim ini untuk mempertajam sektor lini depan mereka. Musim lalu topskorer bagi Roma di Serie-A yaitu Francesco Totti dan Adem Ljajic yang mencetak 8 gol. Dzeko juga diharapkan bisa memberi sumbangan besar untuk memenuhi obsesi Roma meraih Scudetto di musim ini. Dzeko sendiri sudah mencetak dua gol di laga debutnya, ketika Roma berhasil mengalahkan Sevilla dengan skor 6-4. Modal awal yang bagus untuk striker asal Bosnia & Herzegovina itu.

Related posts: