contact-agen-bola

|Wednesday, October 17, 2018
HOT PROMO : Dapatkan FREE Hadiah Exclusive New Jersey Original Dengan Melakukan Deposit 10jt Atau Kaos Training New Original Dengan Deposit 7jt – Silakan hubungi Customer Service kami untuk pengambilan hadiah langsung.
New Promo : Bonus 10% Untuk New Member – Silakan hubungi Customer Service Agenbola.net Untuk Keterangan Lebih Lengkap

Presiden FIGC Mengatakan Kompetisi Serie A Ibaratnya Kapal Titanic 

scudetto

Let’s Go Social Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone

Carlo Tavecchio selaku presiden dari Federasi Sepakbola Italia (FIGC) mengatakan kalau kompetisi sepakbola level teratas di Italia, Serie A seperti Titanic yang sedang menuju kehancuran. Ia juga mengatakan saat ini di Serie A hanya sisa lima klub yang bisa dibilang sebagai klub yang sehat secara ekonomi. Bercermin dari kasus bangkrutnya klub Parma yang lalu, Tavecchio mengatakan kalau pihak FIGC sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk menerapkan pengendalian finansial yang baru untuk meminimalisir kejadian kasus seperti Parma terulang kembali. Apalagi katanya saat ini keuangan di beberap klub-klub Serie A sudah tidak dalam kondis bagus.

“Tahun ini kami sudah membaca seluruh neraca keuangan dan ada klub-klub yang kesulitan bahkan di kota-kota besar,” kata Tavecchio kepada La Gazzetta dello Sport dan dikutip Football Italia.

“Kami sudah memberi peringatan kepada mereka bahwa sedari musim depan sejumlah tolok ukur harus dihormati atau mereka akan out. Bahkan kalau peraturan itu sudah diberlakukan musim panas ini, cuma lima klub yang akan terdaftar di Serie A untuk musim depan.”

“Dengan keadaan saat ini, arahnya menuju seperti Titanic. Kami tak bisa membiarkan terulangnya kejadian serupa seperti Parma. Kami tidak bisa mengatasi masalah ini dengan instan, tapi dengan rencana lima tahun kami bisa menyembuhkan sepakbola Italia dan menyelamatkannya dari kebangkrutan,” bebernya.

Tavecchio juga mengutarakan pihak FIGC sudah berencana untuk mengatur kembali semua sistem liga Italia. Menurut dia sistem yang berjalan saat ini merupakan pemborosan.

“Kompetisi profesional perlu ditelaah, tak ada gunanya punya tiga level liga ketika dua saja sudah cukup–liga elit dan liga lainnya yang berisikan gabungan Serie B dan Lega Pro, dengan kompetisi terakhir itu punya misi untuk pemain-pemain muda,” ucapnya.

“Tetapi apa Anda pikir ini akan mudah? Sudah akan luar biasa untuk memotong jadi 18 tim saja di masing-masing Serie A dan B, dengan dua kelompok berisikan 18 tim di Lega Pro, dengan jumlah keseluruhan 72 tim,” kata Tavecchio.