contact-agen-bola

|Sunday, March 10, 2019
HOT PROMO : Dapatkan FREE Hadiah Exclusive New Jersey Original Dengan Melakukan Deposit 10jt Atau Kaos Training New Original Dengan Deposit 7jt – Silakan hubungi Customer Service kami untuk pengambilan hadiah langsung.
New Promo : Bonus 10% Untuk New Member – Silakan hubungi Customer Service Agenbola.net Untuk Keterangan Lebih Lengkap

Roma Susah Payah Raih 1 Angka di Kandang Fiorentina 

Fiorentina-Roma

Let’s Go Social Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone

AS Roma meraih hasil 1-1 saat melakoni pertandingan Serie-A melawan Fiorentina, di Artemio Franchi, Florence, Minggu (25/1/2015). Dengan hasil itu, Roma duduk di peringkat kedua dengan nilai 42, atau kalah tujuh angka dari Juventus. Adapun Fiorentina ada di peringkat keenam dengan nilai 31, atau kalah tiga angka dari Lazio di peringkat ketiga (zona Liga Champions).

Tuan rumah membuka selisih melalui penyerang asal Jerman, Mario Gomez, pada menit ke-19. Memanfaatkan umpan David Pizarro, Gomez menaklukkan Morgan De Sanctis dengan tendangan kaki kiri dari tengah kotak penalti.

Adem Ljajic membawa Roma menyamakan kedudukan pada menit ke-49. Gol berawal dari pergerakan Juan Manuel Iturbe di sektor kiri pertahanan Fiorentina yang berujung umpan ke tengah kotak penalti. Ljajic menguasai umpan, mengontrol bola, dan kemudian menembakkan bola ke sudut kanan bawah gawang Ciprian Tatarusanu dengan tendangan kaki kanan.

Bermain sebagai tamu, Roma memang kesulitan menguasai permainan. Meski begitu, mereka mampu memanfaatkan peluang lebih efektif dibanding tuan rumah. Namun, kiper Ciprian Tatarusanu dan penyelesaian akhir yang kurang terukur membuat usaha mereka tak membuahkan hasil.

Setelah Juan Cuadrado melepaskan tembakan yang meleset dari sasaran pada menit ke-17, Roma membalas dengan melepaskan lima tembakan. Namun, hanya tembakan Radja Nainggolan pada menit ke-17 yang mengarah tepat ke sasaran. Itu pun kandas di tangan Tatarusanu.

Dalam waktu singkat, Fiorentina keluar dari tekanan Roma dan langsung menciptakan sejumlah ancaman, yang salah satunya membuahkan gol dari Gomez.

Fiorentina berusaha mempertahankan tekanannya. Namun, setelah Fiorentina menciptakan tiga peluang beruntun pada menit ke-34, Roma perlahan keluar dari tekanan dan mulai bisa menguasai keadaan.

Meski tetap mengalami kesulitan mengembangkan permainan, Roma mampu menyelipkan sejumlah ancaman. Namun, selain tembakan Adem Ljajic pada menit ke-44, tak ada ancaman yang berarti dari pemain-pemain Roma untuk kiper Tatarusanu.

Pada babak kedua, Roma mengambil inisiatif menyerang. Fiorentina tidak siap menghadapi pergerakan Iturbe dan Ljajic membuat Fiorentina membayar mahal ketidaksiapan itu pada menit ke-49.

Fiorentina berusaha bangkit, tetapi Roma mampu meredamnya dan bahkan melancarkan tekanan. Iturbe tetap menjadi bahaya bagi sektor kiri pertahanan Roma. Ia beberapa kali mampu merepotkan Jose Basanta dan menggiring bola masuk kotak penalti. Salah satu yang paling berbahaya adalah ketika ia berhasil melakukan penetrasi dan berhadapan dengan Tatarusanu dalam jarak dekat, pada menit ke-60.

Iturbe melepaskan tembakan akurat, tetapi tepat ke arah Tatarusanu, yang meski tampak tak siap, berhasil menjauhkan bahaya.

Setelahnya, Fiorentina bermain lebih agresif. Mereka mampu mematahkan serangan-serangan Roma dan berhasil menyelipkan sejumlah ancaman. Namun, gol kedua tak kunjung tercipta, akibat penyelesaian akhir yang kurang terukur.

Selepas menit ke-60, Fiorentina menciptakan lima peluang beruntun sekitar sepuluh menit. Namun, hanya tembakan Borja Valero pada menit ke-69 yang mengarah tepat ke sasaran dan kemudian diantisipasi De Sanctis.

Roma kemudian melancarkan serangan balik, yang membuahkan tembakan jarak jauh dari Nainggolan. Namun, bola hasil tendangan kaki kanan Nainggolan melesat ke atas gawang.

Roma terus menekan dan menciptakan sejumlah peluang. Namun, setelah tembakan Ljajic dan Iturbe pada menit ke-75 meleset, Fiorentina meningkatkan pertahanan. Roma memegang kendali, tetapi gagal menambah gol hingga peluit berbunyi panjang. Meski bermain lebih defensif, Fiorentina juga sempat menciptakan peluang, tetapi juga tak membuahkan gol.

Sepanjang pertandingan, Roma melepaskan lima tembakan titis dari 13 usaha, dengan penguasaan bola 54 persen. Adapun Fiorentina melepaskan empat tembakan titis dari sebelas usaha.