contact-agen-bola

|Thursday, October 19, 2017
HOT PROMO : Dapatkan FREE Hadiah Exclusive New Jersey Original Dengan Melakukan Deposit 10jt Atau Kaos Training New Original Dengan Deposit 7jt – Silakan hubungi Customer Service kami untuk pengambilan hadiah langsung.
New Promo : Bonus 10% Untuk New Member – Silakan hubungi Customer Service Agenbola.net Untuk Keterangan Lebih Lengkap

Sirigu Merasa PSG Kurang Menghormati Dirinya 

Sirigu

Let’s Go Social Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone

Salvatore Sirigu memang mengatakan sama sekali tidak menyesal bermain bersama dengan Paris Saint-Germain hanya saja dirinya mengatakan kalau mantan klubnya itu dulu kurang menghormati dirinya.

Sirigu hengkang dari PSG dengan status free transfer setelah kontraknya bersama PSG dibatalkan dengan kesepakatan bersama. Sirigu kemudian bergabung dengan Torino yang akan mengganti posisi Joe Hart karena masa peminjaman TOrino dari Manchester City sudah selesai.

Sirigu sempat bermain bersama PSG sejak dari 2011 lalu dan selama itu dirinya selalu menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang PSG sampai dengan musim 2015/2016 lalu. Namun di musim lalu dirinya sudah tidak menjadi pilihan Utama.

Sejak Unai Emery menjadi pelatih dari PSG, KEvin Trapp lebih dipilih menjadi kiper utama PSG menggantikan posisi Sirigu. Sirigu akhirnya dipinjamkan oleh PSG ke Sevilla dan di bulan Januari juga berpindah ke Osasuna sampai kontraknya berakhir di akhir musim lalu.

“Dikhianati PSG? Tidak, itu bukan kata yang tepat, tapi saya berharap bisa lebih dihormati,” ungkapnya kepada L’Equipe yang dilansir ESPN.

“Orang-orang yang biasa saya ajak bicara berhenti menjawab telepon saya. Tadinya saya adalah kiper nomor 1, tapi kemudian saya justru jadi pilihan ketiga tanpa adanya penjelasan teknis, bahkan tidak ada yang menjelaskannya,” sambungnya.

“Ketika saya pergi ke Sevilla, caranya sungguh membuat saya tercengang. Tapi saya tidak menyesalinya. Itu adalah pengalaman yang bagus. Saya sudah mendapat dan memberi banyak hal untuk Paris,” katanya.

Sirigu juga mengatakan dua pelatih terakhir dari PSG yaitu Laurent Blacn dan Emery tidak memberikan kesempatan bagi dirinya untuk membuktikan diri dan baginya itu hal yang cukup aneh.

“Saya tidak tahu kenapa bisa begitu, mungkin itu suatu dinamika klub yang aneh. Sulit untuk tidak bermain.”

“Tapi apa menyakitkan bagi saya adalah bukan betapa PSG ingin menyingkirkan saya, tapi caranya,” tegas Sirigu.

Related posts:

Leave a Response